Vivo Gandeng Sembilan e-Commerce


PT Vivo Mobile Indonesia akan menggenjot penjualan melalui situs belanja online alias e-commerce. Kali ini, mereka menggandeng sembilan e-commerce besar di Indonesia.

"Pasar Indonesia bagi kami sangat penting. Oleh karena itu, kami ingin mengisi semua saluran penjualan, baik itu online maupun offline," ujar Public Relation Manager PT Vivo Mobile Indonesia, Tyas K Rarasmurti, Minggu (8/10/2017).

Sejak masuk ke pasar Asia Tenggara pada 2014, Vivo Smartphone berhasil menempati jajaran gawai pintar dengan penguasaan pasar terbesar. Vivo menempati posisi kelima market share di India.

Vivo Smartphone juga semakin agresif untuk menggarap pasar muda serta mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Vivo membangun pabrik lokal pertamanya pada 2016 di Cikupa, Tangerang serta melampaui Tingkat Komposisi Dalam Negeri (TKDN) dengan persentase 32% pada awal 2017.

"Produk kami memiliki rentang harga Rp2 jutaan hingga Rp4 jutaan. Market kami adalah generasi milenial," kata Tyas.

Penjualan smartphone Vivo masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi penjualan sebesar 70%, kemudian wilayah lainnya seperti Sumatera, Ka‎limantan hingga Papua.

Vivo optimistis dapat meningkatkan kontribusi penjualan ponsel pintar tersebut di luar Pulau Jawa. Dari sisi distribusi penjualan, masih didominasi oleh penjualan offline atau ritel dibandingkan penjualan melalui e-commerce atau daring.

"Kami akan terus melakukan promosi besaran-besaran guna meningkatkan pengenalan brand Vivo di masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan Agnez Mo dalam mini konser WTC (World Trade Center) Surabaya," ujar Tyas.

Brand Manager PT Vivo Mobile Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, pihaknya yakin dalam lima tahun mendatang, Vivo akan masuk jajaran tiga besar gawai dunia. Di Indonesia, Vivo siap mencatat persentase TKDN 40%.

"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting. Kami ingin menjadi gawai favorit konsumen di Indonesia," tandasnya.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar