Rambu Solo, Tradisi Pemakaman Unik dari Tana Toraja


Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menyaksikan berbagai tradisi unik. Anda juga bisa berkunjung ke Tana Toraja untuk menyaksikan tradisi pemakaman unik yakni Rambu Solo. Tapi, sebelum jalan-jalan, ada baiknya Anda memiliki travel insurance terlebih dulu. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat. Salah satunya bisa meng-cover keselamatan Anda. 

Di Tana Toraja, Anda bisa menyaksikan Rambu Solo atau tradisi pemakaman yang unik lagi mewah. Anda tak akan bisa menemukannya di tempat lain. Hanya ada di Tana Toraja saja. Tapi, sebenarnya seperti apa Rambu Solo itu? Untuk lebih jelasnya, cek jawabannya di bawah ini! 

Rambu Solo

Rambu Solo adalah sebuah prosesi pemakaman dari Tana Toraja untuk menghormati orang yang sudah mati. Orang Toraja percaya bahwa Rambu Solo mampu menyempurnakan kematian. Prosesi pemakaman ini tidak dilakukan seperti proses pemakaman pada umumnya, melainkan sangat mewah dan disaksikan banyak warga Tana Toraja. 

Prosesi pemakaman ini sendiri terbagi dalam beberapa susunan acara. Anda bisa menyaksikan berbagai nilai-nilai budaya yang ada pada Tana Toraja saat menyaksikan prosesi Rambu Solo ini. 

Prosesi Pemakaman

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, di Rambu Solo ini prosesinya terbagi ke beberapa susunan acara. Secara garis besar, susunan acara itu terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah prosesi pemakaman, dan bagian kedua adalah pertunjukan kesenian. Keduanya tidak dilangsungkan secara terpisah. 

Untuk prosesi pemakaman, ada beberapa acara yang dilakukan. Acara tersebut adalah Ma’tudan Mebalun atau prosesi pembungkusan jasad. Lalu, dilanjutkan dengan Ma’roto atau proses menghias peti jenazah menggunakan benang emas dan perak. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi Ma’popengkalo Alang. 

Prosesi ini adalah proses pengarakan jasad yang telah di bungkus ke sebuah lumbung untuk disemayamkan. Prosesi Ma’Palao ada dalam rangkaian terakhir. Pada prosesi ini, jenazah akan diarak menuju kompleks pemakaman atau disebut juga dengan Lakkian. 

Sedangkan untuk prosesi kedua, ada banyak pertunjukan kesenian yang dilakukan. pertunjukan tersebut adalah perarakan kerbau yang akan dikurbankan. Lalu, ada juga pertunjukan musik daerah seperti Pa’Pompan, Pa’Dali-dali dan Unnosong. Ada juga pertunjukan tarian adat seperti Pa’Badong, Pa’Dondi dan masih banyak lagi. 

Ada juga adu kerbau sebelum kerbau-kerbau itu dikorbankan. Terakhir, penyembelihan kerbau sebagai hewan kurban. Sebaiknya, sebelum Anda pergi berwisata, baik ke Tana Toraja ataupun yang lainnya, buatlah dulu travel insurance supaya bila terjadi apa-apa pada Anda, Anda tak perlu memikirkannya lagi. 

Penyempurnaan Kematian

Rambu Solo ini dimaksudkan untuk menyempurnakan kematian orang-orang Tana Toraja. Mereka percaya bahwa setelah mati, mereka masih akan pergi ke sebuah dunia di mana keabadian itu berada. Mereka menyebutnya sebagai Puya. Nah, untuk mengantar jenazah menuju alam keabadian itu, mereka melakukan Rambu Solo ini. 

Rambu Solo adalah kewajiban bagi keluarga yang ditinggalkan. Mereka harus melakukannya untuk menyempurnakan kematian sanak saudara. Hanya saja, karena biayanya yang sangat besar, Rambu Solo ini seringkali tidak dilangsungkan saat si jenazah meninggal. Melainkan setelah beberapa bulan bahkan tahun setelah mereka wafat. 

Selama itu, orang-orang yang meninggal ini tidak dianggap meninggal, melainkan hanya sakit. Orang Tana Toraja akan memperlakukannya seperti masih hidup seperti dengan menyediakan makanan, membaringkan di ranjang, mengajak bercerita dan masih banyak lagi. 

Rambu Solo dimaksudkan untuk menghormati dan menyempurkan jasad orang yang sudah meninggal. Bila Anda tertarik untuk melihatnya, datanglah ke Tana Toraja. Tapi, sebelum itu ada baiknya Anda memiliki travel insurance terlebih dulu. Gunanya, agar Anda tak terlalu memikirkan bila terjadi masalah saat liburan.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar