Perbedaan Jenis Pajak yang Wajib Diketahui


Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan istilah pajak dan restribusi. Bahkan tidak jarang yang sudah tahu pun masih keliru dan menanggap keduanya sama. Padahal pajak dan restribusi merupakan dua hal yang berbeda. Meski sama-sama dibebankan pada wajib pajak, peruntukkan dari keduanya berbeda. Supaya lebih jelas, simak ulasan di bawah ini: 

Pajak 

Pajak tidak dimengerti oleh semua orang. Kebanyakan orang hanya mengetahui pajak yang harus dibayarkan oleh mereka saja, tapi tidak untuk pajak secara keseluruhan. Padahal pajak memiliki manfaat yang berdampak baik dalam kehidupan masyarakat di sebuah Negara karena digunakan untuk kepentingan umum, misalnya dengan membuat sebuah sekolah, jembatan, jalan, rumah sakit dan sebagainya. 

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan pajak? 

Jika harus dijabarkan pengertiannya, maka pajak merupakan iuran yang harus dibayarkan masyarakat kepada Negara. Iuran ini berdasarkan undang-undang sehingga bisa dipaksakan. Pajak yang Anda bayarkan nantinya untuk kepentingan Anda sendiri walaupun tidak secara langsung. 

Pungutan pajak yang bebankan kepada masyarakat ini tidaklah sembarangan karena harus sesuai dengan norma-norma hukum yang sudah ditetapkan. Bila ada masyarakat ada yang berani menolak atau melakukan perlawanan dalam membayar pajak, maka tindakan tersebut saja melawan hukum. Oleh karena itu, mempelajari atau setidaknya mengetahui jenis-jenis pajak adalah wajib bagi Anda agar tidak terlibat masalah hukum. 

Ada beberapa jenis pajak, salah satunya adalah pajak berdasarkan lembaga pemungutnya yang dibagi menjadi dua, yaitu pajak Negara dan pajak daerah. Pajak negara seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Materai dan lainnya. Sedangkan untuk pajak daerah seperti pajak provinsi dan pajak kabupaten/kota. 

Selain itu, ada juga pajak berdasarkan wujudnya yang juga terbagi dua, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung. Pajak langsung merupakan pajak yang dibebankan secara langsung pada wajib pajak, seperti pajak penghasilan dan kekayaan. Sedangkan pajak tidak langsung adalah pajak yang harus dibayarkan sebagai sumbangan wajib kepada Negara yang secara tak langsung dikenakan pada wajib pajak, seperti cukai rokok. Pajak pun dibedakan berdasarkan jumlah yang harus dibayar. Setidaknya ada tiga jenis pajaknya, yaitu pajak pendapatan, pajak penjualan dan pajak badan usaha. 

Retribusi 

Orang awam biasanya menganggap bahwa membayar retribusi sama artinya mereka sudah membayar pajak. Hal ini karena masyarakat lebih familiar dengan pembayaran retribusi dibandingkan pajak, seperti retribusi parkir, retribusi pelayanan kesehatan, dan retribusi pengujian kendaraan bermotor. 

Lalu, Apa Sebenarnya Retribusi Itu? 

Jika harus dijabarkan maka retribusi adalah pungutan yang dikenakan pada masyarakat atau warga yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Negara. Atau dengan kata lain, retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas pemberian izin tertentu atau jasa yang telah diberikan atau disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi maupun badan. Retribusi sendiri dikelola langsung oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Jenis retribusi daerah dibedakan dalam tiga bagian, yaitu Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan. 

Itulah perbedaan antara pajak dan retribusi. Adapun persamaan di antara keduanya adalah keduanya merupakan bentuk dari pungutan yang dibebankan pada masyarakat. Keduanya pun memiliki sifat yang sama yaitu bisa dipaksakan. Oleh sebab itu masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas daerah karena semuanya dibangun untuk masyarakat. Persamaan yang terakhir adalah, pajak dan retribusi sama-sama dijalankan dengan tujuan tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas. 

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan Anda.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar